Jakarta - Empat perusahaan TI, yaitu APC, Cisco, Siemon dan Mastersystem berkolaborasi untuk coba mencari peruntungan di bisnis data center. Visi terhadap data center yang mereka bawa adalah harus operasional berkelanjutan, efisien, sekaligus peduli terhadap lingkungan.
Keempat perusahaan ini membawa keahlian masing-masing untuk memungkinkan visi tersebut. Seperti Siemon menyediakan solusi perkabelan jaringan, APC menyediakan solusi critical power dan cooling services, Cisco menyediakan solusi jaringan, serta Mastersystem yang memiliki pengalaman dalam implementasi data center untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.
Kolaborasi ini diklaim untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap peran data center yang menjadi komponen utama dari berjalannya perusahaan. Sekaligus menjawab tren jaringan enterprise yang menuju konvergensi jaringan tunggal yang terdiri dari perangkat, layanan dan aplikasi.
Pasalnya, dari keterangan tertulis yang diterima , Jumat (24/10/2008) dikatakan, membangun data center dinilai sebagai suatu usaha yang kompleks karena menggabungkan hampir semua komponen yang berada di dalam teknologi informasi.
Data center tidak bisa dilihat dari satu sisi, seperti kapasitas storage saja, tetapi harus menggunakan pendekatan holistik agar tujuan dari perusahaan untuk produktif, efisien sekaligus peduli lingkungan dapat tercapai.
"Berbicara mengenai data center berarti berbicara akan kelangsungan bisnis. Ketersediaan energi diperlukan untuk memastikan tidak terjadi hilangnya data-data penting yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam melayani pelanggannya," kata Nico Sutikno, Marketing Manager APC Indonesia.
Minggu, 30 November 2008
Yahoo lebih pilih pinangan apple daripada microsoft
Jakarta - Hingga kini Yahoo belum memberikan jawaban atas pinangan senilai USD 44,6 miliar yang ditawarkan Microsoft. Selain Microsoft, ternyata banyak perusahaan lain yang mendamba Yahoo, salah satunya adalah Apple.
Dikabarkan bahwa Yahoo tidak terlalu ngebet dengan Microsoft, dan sedang berupaya mencari ksatria putih lainnya untuk menyelamatkannya. Dilansir oleh business.scotsman.com, diyakini bahwa CEO dan co-founder Yahoo, Jerry Yang, akan lebih terbuka untuk menerima pinangan dari Apple, demikian seperti dikutip dari Softpedia, Rabu (6/2/2008).
Pada Oktober silam, dikabarkan bahwa Yang mengundang Steve Jobs, pemimpin Apple, untuk memberikan pidato motivasi di rapat perusahaan sebagai bentuk dukungan moral. Dari sini terlihat bahwa Yang bersimpati dengan Apple.
Mengingat bahwa Yahoo merupakan perusahaan raksasa, maka tak mengherankan jika banyak perusahaan lain yang mengincarnya. Oleh karena itu wajar jika Yahoo bersikap 'jual mahal' dengan memilih untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Dikabarkan bahwa Yahoo tidak terlalu ngebet dengan Microsoft, dan sedang berupaya mencari ksatria putih lainnya untuk menyelamatkannya. Dilansir oleh business.scotsman.com, diyakini bahwa CEO dan co-founder Yahoo, Jerry Yang, akan lebih terbuka untuk menerima pinangan dari Apple, demikian seperti dikutip dari Softpedia, Rabu (6/2/2008).
Pada Oktober silam, dikabarkan bahwa Yang mengundang Steve Jobs, pemimpin Apple, untuk memberikan pidato motivasi di rapat perusahaan sebagai bentuk dukungan moral. Dari sini terlihat bahwa Yang bersimpati dengan Apple.
Mengingat bahwa Yahoo merupakan perusahaan raksasa, maka tak mengherankan jika banyak perusahaan lain yang mengincarnya. Oleh karena itu wajar jika Yahoo bersikap 'jual mahal' dengan memilih untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Mengenang yahoo sebelum kudeta google
New York - Jerry Yang dan David Filo adalah sosok di balik Yahoo. Pada usia 20 tahunan dan masih kuliah di Stanford University, dua pemuda ini tenggelam dalam proyek situs internet impiannya dan membangun cikal bakal Yahoo. Semula, situs mereka dinamakan 'Jerry's Guide to the World Wide Web'. Namun mereka kemudian mengganti namanya dan lahirlah Yahoo di tahun 1994.
Pada akhir tahun 1994 itu, Yahoo mulai diminati banyak pengguna internet. Menyadari potensi situsnya, Jerry dan David mendaftarkan Yahoo pada bursa saham di tahun 1996. Tak dinyanya, saham Yahoo langsung melonjak 154 persen dalam waktu sehari saja. Dalam tempo tiga tahun, Yang dan Filo pun jadi jutawan dengan masing-masing telah memiliki kekayaan raksasa, US$ 8 miliar.
Harus diakui pada era 1990an tersebut, Yahoo jadi portal internet yang jaya. Di tahun 1997, mereka juga mulai membuat Yahoo Mail yang membuat nama Yahoo makin menjulang di dunia maya.
Semuanya tampak seperti mimpi indah sampai lahirnya kompetitor kecil yang saat itu belum terkenal, Google, yang cikal bakalnya dimulai di tahun 1996. Google menawarkan layanan mesin cari yang menurut Mark Malseed, penulis 'The Google Story', lebih baik dari semua mesin cari internet lainnya.
Runtuhnya Kejayaan
Seperti dikutip dari Guardian, Rabu (6/2/2008), pertarungan head to head antara Yahoo dan Google pun akhirnya tak terhindarkan. Laju Google, pelan tapi pasti tak bisa terbendung. Pada tahun 2000, bisnis mesin cari Internet sudah mulai dikuasai Google. Bahkan saking populernya, kosa kata Google pun masuk ke kamus bergengsi, Oxford English Dictionary.
Kini di tahun 2008, Google telah menjelma menjadi kekuatan bisnis internet yang jauh lebih kuat daripada Yahoo. Pada kuartal empat tahun 2007 misalnya, Google membukukan keuntungan sampai US$ 1,21 miliar. Sementara Yahoo dalam kurun waktu yang sama, 'hanya' meraih profit sebesar US$ 206 juta.
Di tahun 2008 ini, Google juga diperkirakan akan menguasai pasar mesin cari dengan prosentase 65,1 persen sementara Yahoo berada jauh di belakang dengan raihan pangsa pasar 22 persen saja. Menilik fakta-fakta tersebut, menarik dilihat bagaimana Yahoo menanggapi tawaran pembelian Microsoft, utamanya dalam meraih kembali kejayaan mereka yang perlahan meredup.
Pada akhir tahun 1994 itu, Yahoo mulai diminati banyak pengguna internet. Menyadari potensi situsnya, Jerry dan David mendaftarkan Yahoo pada bursa saham di tahun 1996. Tak dinyanya, saham Yahoo langsung melonjak 154 persen dalam waktu sehari saja. Dalam tempo tiga tahun, Yang dan Filo pun jadi jutawan dengan masing-masing telah memiliki kekayaan raksasa, US$ 8 miliar.
Harus diakui pada era 1990an tersebut, Yahoo jadi portal internet yang jaya. Di tahun 1997, mereka juga mulai membuat Yahoo Mail yang membuat nama Yahoo makin menjulang di dunia maya.
Semuanya tampak seperti mimpi indah sampai lahirnya kompetitor kecil yang saat itu belum terkenal, Google, yang cikal bakalnya dimulai di tahun 1996. Google menawarkan layanan mesin cari yang menurut Mark Malseed, penulis 'The Google Story', lebih baik dari semua mesin cari internet lainnya.
Runtuhnya Kejayaan
Seperti dikutip dari Guardian, Rabu (6/2/2008), pertarungan head to head antara Yahoo dan Google pun akhirnya tak terhindarkan. Laju Google, pelan tapi pasti tak bisa terbendung. Pada tahun 2000, bisnis mesin cari Internet sudah mulai dikuasai Google. Bahkan saking populernya, kosa kata Google pun masuk ke kamus bergengsi, Oxford English Dictionary.
Kini di tahun 2008, Google telah menjelma menjadi kekuatan bisnis internet yang jauh lebih kuat daripada Yahoo. Pada kuartal empat tahun 2007 misalnya, Google membukukan keuntungan sampai US$ 1,21 miliar. Sementara Yahoo dalam kurun waktu yang sama, 'hanya' meraih profit sebesar US$ 206 juta.
Di tahun 2008 ini, Google juga diperkirakan akan menguasai pasar mesin cari dengan prosentase 65,1 persen sementara Yahoo berada jauh di belakang dengan raihan pangsa pasar 22 persen saja. Menilik fakta-fakta tersebut, menarik dilihat bagaimana Yahoo menanggapi tawaran pembelian Microsoft, utamanya dalam meraih kembali kejayaan mereka yang perlahan meredup.
Pejabat dibajak facebook, saham google kandas
California - Seorang pejabat penting Google berhasil dibujuk oleh pihak dari situs jejaring sosial, Facebook. Akibatnya, ia pun akan segera pindah dari perusahaan internet raksasa itu menuju Facebook.
Adalah Vice President of Global Online Sales and Operation Google, Sheryl Sandberg, yang akan segera menyeberang ke Facebook. Di tempat barunya itu, Sandberg akan menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).
Di Google, Sandberg yang berkiprah sejak tahun 2001, berjasa cukup besar dalam pengembangan iklan online Google, yakni AdWords maupun AdSense. Seperti dikutip dari Forbes, Rabu (5/3/2008), pendapatan dari iklan online berkontribusi sekitar 90 persen dari keseluruhan pendapatan Google.
Posisi Sandberg pun nantinya akan digantikan oleh deputinya di Google, David Fischer. Dampak dari pengumuman akan hengkangnya Sandberg dari Google ke Facebook ini, dilaporkan membuat harga saham Google turun sekitar 4,6 persen.
Sandberg akan mulai efektif bekerja di Facebook dalam beberapa hari mendatang. Sebagai COO Facebook, Sandberg akan mengurusi berbagai bidang, utamanya dalam menangani usaha ekspansi Facebook ke dunia internasional.
Adalah Vice President of Global Online Sales and Operation Google, Sheryl Sandberg, yang akan segera menyeberang ke Facebook. Di tempat barunya itu, Sandberg akan menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).
Di Google, Sandberg yang berkiprah sejak tahun 2001, berjasa cukup besar dalam pengembangan iklan online Google, yakni AdWords maupun AdSense. Seperti dikutip dari Forbes, Rabu (5/3/2008), pendapatan dari iklan online berkontribusi sekitar 90 persen dari keseluruhan pendapatan Google.
Posisi Sandberg pun nantinya akan digantikan oleh deputinya di Google, David Fischer. Dampak dari pengumuman akan hengkangnya Sandberg dari Google ke Facebook ini, dilaporkan membuat harga saham Google turun sekitar 4,6 persen.
Sandberg akan mulai efektif bekerja di Facebook dalam beberapa hari mendatang. Sebagai COO Facebook, Sandberg akan mengurusi berbagai bidang, utamanya dalam menangani usaha ekspansi Facebook ke dunia internasional.
FaceBook bidik pasar iklan Indonesia
Jakarta - Pengguna aktif Facebook diklaim telah mencapai 120 juta di seluruh dunia. Menurut data statistik yang dikumpulkan ComScore, pertumbuhan jumlah pengunjung unik situs jejaring sosial ini per Juni 2008, meningkat 153% dari tahun sebelumnya.
Hal ini tentu menjadikan Facebook sebagai salah satu situs jejaring sosial yang tumbuh paling pesat di dunia. Di kawasan Asia Pasifik saja, pertumbuhan Facebook melonjak 458%.
Pertumbuhan hampir lima kali lipat itu jelas akan jadi 'senjata' bagi Facebook untuk mencicipi pasar iklan di Asia Pasifik, khususnya Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.
Nah, demi mendapatkan kue iklan dari keempat negara tersebut, Facebook pun akhirnya menunjuk ihub Media Pte Ltd untuk memasarkan beragam produk iklan yang tersedia melalui Facebook Ads.
"Hubungan ini akan memungkinkan lebih banyak pelaku pemasaran di Asia untuk menjalin koneksi yang terpercaya dengan konsumen," kata Mike Murphy, VP Media Sales Facebook, Rabu (12/11/2008).
Meski terbilang baru--didirikan pada 2002, ihub Media telah menjelma jadi salah satu pemain kunci di industri pemasaran online di Asia, dengan pendapatan lebih dari Sin$ 10 juta. Perusahaan berpusat di Singapura ini juga memiliki kantor di lima negara lain, yakni Malaysia, Indonesia, China, Hong Kong dan Taiwan.
"Facebook dengan potensi jangkauan dan akses pengguna yang luar biasa menciptakan peluang yang lebih besar bagi kami untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia dan di seluruh kawasan untuk bersaing lebih efektif di pasar global," tandas Kyle Lim, Chief Operating Officer, ihub Media.
Hal ini tentu menjadikan Facebook sebagai salah satu situs jejaring sosial yang tumbuh paling pesat di dunia. Di kawasan Asia Pasifik saja, pertumbuhan Facebook melonjak 458%.
Pertumbuhan hampir lima kali lipat itu jelas akan jadi 'senjata' bagi Facebook untuk mencicipi pasar iklan di Asia Pasifik, khususnya Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.
Nah, demi mendapatkan kue iklan dari keempat negara tersebut, Facebook pun akhirnya menunjuk ihub Media Pte Ltd untuk memasarkan beragam produk iklan yang tersedia melalui Facebook Ads.
"Hubungan ini akan memungkinkan lebih banyak pelaku pemasaran di Asia untuk menjalin koneksi yang terpercaya dengan konsumen," kata Mike Murphy, VP Media Sales Facebook, Rabu (12/11/2008).
Meski terbilang baru--didirikan pada 2002, ihub Media telah menjelma jadi salah satu pemain kunci di industri pemasaran online di Asia, dengan pendapatan lebih dari Sin$ 10 juta. Perusahaan berpusat di Singapura ini juga memiliki kantor di lima negara lain, yakni Malaysia, Indonesia, China, Hong Kong dan Taiwan.
"Facebook dengan potensi jangkauan dan akses pengguna yang luar biasa menciptakan peluang yang lebih besar bagi kami untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia dan di seluruh kawasan untuk bersaing lebih efektif di pasar global," tandas Kyle Lim, Chief Operating Officer, ihub Media.
Langganan:
Postingan (Atom)